Mediasatunews.com | MEULABOH – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Meulaboh ke-438 dimeriahkan dengan beragam pertunjukan kesenian dan budaya Aceh, pameran dan lomba masakan lokal khas Aceh Barat, serta melibatkan ratusan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, mulai Jumat hingga Minggu, 9–11 Oktober 2026, tersebut dipusatkan di depan Lapangan Teuku Umar, Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat.
Sejumlah kesenian tradisional dan kreasi daerah ditampilkan untuk memperkenalkan sekaligus melestarikan kekayaan budaya Aceh kepada masyarakat. Di antaranya Rapai Geleng, Rapai Saman, tari kreasi, Hikayat Aceh, musik tradisional, Cagok Aceh, Tari Kreasi Lapang, Tari Mulia Nanggroe, Penyair Aceh, hingga Tari Kreasi Tampoe Breuh.
Selain itu, pengunjung juga disuguhkan Tari Ratih Jaroe, Tari Kreasi Putro Hate Ma, Tari Doda Idi, Tari Kreasi Meuseuraya, rebana, musik kreatif, serta teatrikal perjuangan Cut Nyak Dhien.
Pertunjukan lainnya meliputi Tari Seumapa, Rapai Debus, Rapai Saman Bayeun Setia, dan Tari Peu Beudoh. Rangkaian kegiatan turut diramaikan dengan aktivitas car free day yang memberikan ruang bagi masyarakat untuk berolahraga sekaligus menikmati suasana perayaan.
Tidak hanya menampilkan kesenian dan budaya, perayaan tahun ini juga menghadirkan pameran dan lomba masakan lokal khas Aceh Barat. Kegiatan tersebut menjadi upaya untuk memperkenalkan kekayaan kuliner tradisional sekaligus mendorong pelestarian makanan khas daerah.
Sementara itu, pada Minggu pagi, 11 Oktober 2026, masyarakat Aceh Barat juga diajak meramaikan kegiatan Jep Kupi Khop, yakni minum kopi khop khas Aceh Barat secara bersama-sama. Kegiatan ini ditargetkan dapat mencatatkan Rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI), sekaligus memperkenalkan kopi khop sebagai salah satu identitas kuliner dan daya tarik wisata daerah.
Sekretaris Daerah Aceh Barat, Dr. Ir. Kurdi, S.T., M.T., M.H., yang juga menjabat sebagai Ketua Panitia HUT Kota Meulaboh ke-438, mengatakan bahwa perayaan tahun ini digelar tanpa pentas musik. Panitia lebih memprioritaskan pertunjukan seni dan budaya Aceh serta kegiatan yang memberikan ruang bagi pelaku UMKM.
“Pada peringatan HUT Kota Meulaboh ke-438 tahun ini, kita tidak menggelar pentas musik. Kita lebih menonjolkan seni dan budaya Aceh serta memberikan kesempatan kepada pelaku UMKM untuk mempromosikan produk mereka kepada masyarakat,” ujar Kurdi.
Menurutnya, perayaan HUT Kota Meulaboh tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga momentum untuk melestarikan budaya daerah dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Untuk mendukung hal tersebut, panitia menyediakan 60 stan promosi. Selain itu, sebanyak 200 stan UMKM turut disiapkan dan tersebar di tiga desa, yakni Desa Pasar Baru, Desa Suak Indrapuri, dan Desa Kampung Belakang.
“Melalui kegiatan ini, kita berharap seni, budaya, dan kuliner khas Aceh Barat semakin dikenal luas. Kehadiran stan UMKM juga diharapkan dapat membantu masyarakat memasarkan produk mereka sehingga memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah,” tambahnya.
Peringatan HUT Kota Meulaboh ke-438 diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat identitas budaya daerah, memperkenalkan potensi kuliner lokal, serta meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat melalui keterlibatan ratusan pelaku UMKM.
