Mediasatunews.com | Langsa – Anggota DPD RI asal Aceh, H. Sudirman atau yang akrab disapa Haji Uma, menerima aduan masyarakat terkait kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite dan Pertamax di Kota Langsa dan Kabupaten Aceh Tamiang selama sekitar tiga hari terakhir, Minggu (12/7/2026).
Masyarakat mengeluhkan sulitnya memperoleh BBM di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Kondisi tersebut menyebabkan antrean kendaraan di beberapa SPBU, sementara sebagian warga terpaksa membeli BBM dari pedagang eceran dengan harga yang jauh lebih tinggi.
Di tengah kelangkaan itu, beredar informasi mengenai dugaan pengurangan kuota atau alokasi BBM bersubsidi untuk wilayah Langsa dan Aceh Tamiang. Informasi tersebut menimbulkan keresahan masyarakat karena dikhawatirkan akan memperpanjang kelangkaan dan mengganggu aktivitas sehari-hari.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Haji Uma langsung menghubungi Sales Area Manager Retail Aceh PT Pertamina Patra Niaga, Misbahul Bukhori, untuk meminta penjelasan mengenai penyebab kelangkaan BBM.
Dalam keterangannya, Misbahul memastikan informasi mengenai pengurangan kuota BBM untuk wilayah Langsa dan Aceh Tamiang tidak benar.
Menurutnya, kelangkaan BBM terjadi akibat kendala teknis dan kerusakan pada sejumlah armada pengangkut BBM di Depot Pertamina Sumatera Utara. Secara sistem distribusi, wilayah Langsa dan Aceh Tamiang berada dalam cakupan pelayanan depot tersebut sehingga gangguan armada berdampak pada keterlambatan pasokan ke SPBU.
Sebagai langkah penanganan, PT Pertamina Patra Niaga mengalihkan sementara pasokan BBM dari Depot Pertamina Lhokseumawe hingga armada distribusi di Depot Pertamina Sumatera Utara kembali beroperasi normal.
Misbahul mengatakan proses normalisasi distribusi sedang berlangsung dan pasokan diperkirakan kembali normal dalam beberapa hari ke depan.
“Insyaallah kondisi ini akan segera pulih dalam beberapa hari ke depan. Saat ini pasokan sementara dibantu dari Depot Pertamina Lhokseumawe sembari menunggu armada distribusi di Depot Pertamina Sumatera Utara selesai diperbaiki sehingga penyaluran kembali normal,” ujar Misbahul Bukhori.
Menanggapi penjelasan tersebut, Haji Uma meminta PT Pertamina Patra Niaga mempercepat proses normalisasi distribusi agar masyarakat tidak terus mengalami kesulitan memperoleh BBM.
“Saya meminta Pertamina segera mempercepat distribusi agar masyarakat tidak terus mengalami kesulitan akibat kelangkaan BBM ini. BBM merupakan kebutuhan vital yang menunjang mobilitas, aktivitas ekonomi, dan keberlangsungan usaha masyarakat,” kata Haji Uma.
Ia juga meminta Depot Pertamina Sumatera Utara meningkatkan komitmen dalam menjalankan distribusi sesuai wilayah layanannya agar pasokan BBM ke Langsa dan Aceh Tamiang tetap terjamin serta kejadian serupa tidak terulang.
“Saya berharap koordinasi antarunit di lingkungan Pertamina terus diperkuat agar distribusi BBM berjalan lancar. Masyarakat tidak boleh terus menanggung dampak akibat kendala teknis dalam proses distribusi. Persoalan ini harus segera diselesaikan agar kondisi kembali normal secepatnya,” tutup Haji Uma.[]
