Gaji Tak Kunjung dibayar, Sejumlah Karyawan PT MITAII Gelar Unjuk Rasa

Gaji Tak Kunjung dibayar, Sejumlah Karyawan PT MITAII Gelar Unjuk Rasa
Aksi Unjuk Rasa Karyawan PT MITAII Menuntut Pembayaran Gaji. Foto: FS/Mediasatunews.com

LHOKSEUMAWE – Sejumlah Eks pekerja PT. Mitra Agung Indonesia Insfrastruktur (MITAII) menggelar aksi unjuk rasa di depan gerbang Bekas PT Arun, Desa Blang Lancang, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe, Rabu (3/11/2021).

Dalam aksi itu mereka menuntut agar PT. Patra Badak Arun Solusi (PBAS) sebagai pemilik kontrak atas proyek yang dikerjakan oleh PT.MITAII, agar membayar gaji 30 pekerja yang menunggak mulai dari tiga hingga delapan bulan bekerja.

Amatan di lokasi, para pekerja ini berunjuk rasa dengan membawakan alat peraga yang bertuliskan kritikan terhadap PT. PBAS, sambil melakukan orasi secara bergantian.

Setelah melakukan orasi, sejumlah perwakilan pekerja diminta untuk melakukan mediasi dengan PT.PBAS. Namun sayangnya awak media yang meliput aksi tersebut dilarang masuk ke ruangan mediasi dengan alasan ruangan sempit, serta mediasi tersebut dilakukan secara internal.

Salah seorang perwakilan pekerja, saferi mengatakan, aksi unjuk rasa ini terpaksa mereka lakukan untuk menuntut hak mereka yang tak kunjung dibayar oleh PT.PBAS.

“Kita sudah terlalu jauh melakukan mediasi, mulai dari Disnaker hingga DPRK Lhokseumawe sebelum kejadian seperti ini,” kata saferi.

Mereka mengaku sangat kecewa dengan PT.PBAS, karena selama dua bulan mereka telah berupaya untuk menagih gaji, namun tidak ada respon dari perusahaan tersebut. Sedangkan permasalahan 53 orang sebelumnya telah diselesaikan.

Sementara itu, ketua DPRK Lhokseumawe Ismail A Manaf yang ikut hadir dalam mediasi itu mengatakan, hasil dari mediasi hari ini bahwa perwakilan perusahaan tersebut akan melaporkan permasalahan ini kepada pimpinan yang ada di Jakarta.

“Mungkin harapan mereka agar gaji para pekerja ini akan dibayar secepat mungkin, sesuai dengan undang-undang yang berlaku,” ujar ismail.

Pihaknya mengaku akan terus memantau permasalahan tersebut, serta berkoordinasi terkait hasil yang direkomendasikan oleh pimpinan PT.PBAS yang ada di Jakarta. (FS)

Exit mobile version