FKM BKA YWU dan JPA Perkuat Akses Kerja bagi Perempuan Penyandang Disabilitas Aceh Barat

FKM BKA YWU dan JPA Perkuat Akses Kerja bagi Perempuan Penyandang Disabilitas Aceh Barat

Mediasatunews.com | Aceh Barat – Semangat mewujudkan dunia kerja yang ramah dan inklusif bagi penyandang disabilitas kembali digaungkan melalui kegiatan bertajuk “Mewujudkan Ketenagakerjaan Inklusif bagi Perempuan Penyandang Disabilitas di Aceh Barat” berlangsung di Balai Latihan Kerja (BLK) Desa Lapang, Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat, Minggu 2/8/2026

Kegiatan yang diinisiasi oleh FKM BKA YWU bekerja sama dengan Jaringan Peduli Aceh (JPA) serta didukung Pemerintah Kabupaten Aceh Barat ini menjadi ruang dialog sekaligus langkah awal dalam memperjuangkan pemenuhan hak-hak perempuan penyandang disabilitas

Zainal Abidin, S.Pd., M.Pd. menyampaikan bahwa pertemuan tersebut merupakan upaya untuk kembali memperkuat komitmen berbagai pihak dalam memfasilitasi pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas

“Kegiatan ini menjadi langkah awal kita untuk kembali memfasilitasi pemenuhan hak-hak teman-teman disabilitas, terutama perempuan. Kita berharap penyandang disabilitas di Aceh Barat memahami hak-haknya dan memperoleh akses yang sama terhadap kesempatan kerja sebagai warga Aceh Barat”, ujarnya

Masih banyak penyandang disabilitas yang memerlukan informasi, pendampingan, dan dukungan agar mampu memasuki dunia kerja dengan percaya diri. Oleh karena itu, kegiatan ini tidak hanya memberikan ruang diskusi, tetapi juga menjadi awal dari program pemberdayaan yang lebih berkelanjutan

FKM BKA YWU bekerja sama dengan Jaringan Peduli Aceh (JPA) juga berkomitmen melakukan advokasi kepada pemerintah daerah dan pelaku usaha agar membuka peluang kerja yang lebih luas bagi penyandang disabilitas

“Kita akan membantu melakukan advokasi kepada pemerintah daerah agar penyandang disabilitas memperoleh kesempatan yang sama seperti masyarakat lainnya. Mereka memiliki potensi dan kemampuan yang perlu diberikan ruang untuk berkembang”, tambahnya

Suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh antusias. Para peserta berdiskusi mengenai berbagai tantangan yang masih dihadapi penyandang disabilitas dalam mengakses pekerjaan, mulai dari keterbatasan informasi, rendahnya akses terhadap pelatihan, hingga stigma sosial yang masih dijumpai di lingkungan kerja

“Kami berharap semakin banyak pihak yang hadir mendukung perjuangan ini, baik pemerintah daerah maupun pelaku usaha. Penyandang disabilitas memiliki kemampuan untuk bekerja dan berkarya. Yang mereka butuhkan adalah kesempatan yang sama untuk menunjukkan kemampuan tersebut”, tuturnya

Kegiatan ini adalah awal yang baik dalam membangun ekosistem ketenagakerjaan yang lebih inklusif di Aceh Barat, sehingga perempuan penyandang disabilitas tidak hanya memperoleh perlindungan atas hak-haknya, tetapi juga kesempatan untuk berdaya, mandiri, dan berkontribusi dalam pembangunandaerah.

Penulis: PutraEditor: Redaksi
Exit mobile version