Mediasatunews.com | Banda Aceh – Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, secara resmi membuka Banda Aceh Youth Leader Camp (BAYLC) Ikatan Mahasiswa Banda Aceh (Ikamba) 2026 di Pendopo Wali Kota Banda Aceh, Jumat (6/11/2026).
Kegiatan yang digagas Ikamba tersebut menjadi wadah bagi mahasiswa dan generasi muda untuk mengembangkan kemampuan kepemimpinan, bertukar gagasan, memperluas jejaring, serta meningkatkan kontribusi dalam pembangunan daerah.
Dalam sambutannya, Illiza mengapresiasi Ikamba dan seluruh panitia yang telah menyelenggarakan kegiatan tersebut. Menurutnya, BAYLC bukan sekadar ajang berkumpul dan mengikuti pelatihan, melainkan ruang untuk melahirkan gagasan, membangun keberanian, dan menumbuhkan semangat generasi muda dalam memberikan kontribusi bagi daerah.
Ia menyebutkan, berdasarkan data kependudukan, Kota Banda Aceh memiliki sekitar 271.552 penduduk. Dari jumlah tersebut, sebanyak 43.806 jiwa atau 16,13 persen berusia 16–25 tahun.
“Ini menunjukkan bahwa anak muda memiliki peran besar dalam menentukan arah dan masa depan kota kita,” ujar Illiza.
Ia menegaskan bahwa menjadi seorang pemimpin tidak cukup hanya bermodalkan kecerdasan. Seorang pemimpin juga harus memiliki integritas, keberanian, kepedulian, serta kemampuan menghadirkan solusi bagi berbagai persoalan di masyarakat.
Illiza mengatakan, Pemerintah Kota Banda Aceh terus membuka ruang bagi peningkatan kapasitas generasi muda melalui program Banda Aceh Academy (BAA). Program tersebut menghadirkan berbagai pelatihan, kursus singkat, pengembangan kewirausahaan, hingga penjodohan bisnis (business matching) untuk meningkatkan kompetensi dan kesiapan generasi muda memasuki dunia kerja.
“Kami ingin anak muda ikut mengambil bagian dalam pembangunan, menyampaikan gagasan, memberikan kritik yang membangun, serta menghadirkan inovasi bagi kota ini,” katanya.
Di sisi lain, Illiza mengingatkan generasi muda agar mewaspadai berbagai persoalan sosial, seperti penyalahgunaan narkotika, perundungan, balap liar, judi daring, dan HIV.
Berdasarkan data Polresta Banda Aceh, sepanjang Januari hingga Mei 2026 tercatat 38 kasus narkotika dengan 57 tersangka. Selain itu, terdapat empat kasus perundungan dengan empat korban dan 14 pelaku.
“Angka-angka ini menjadi pengingat bahwa generasi muda membutuhkan lingkungan yang sehat dan kegiatan positif. Saya mengajak semua pemuda untuk menjauhi narkoba, judi daring, balap liar, dan perundungan. Jangan sampai masa muda yang penuh potensi justru terbuang karena perilaku yang merusak masa depan,” ujarnya.
Illiza juga menegaskan bahwa Pemko Banda Aceh terbuka untuk berkolaborasi dengan mahasiswa dan berbagai organisasi kepemudaan dalam mendukung pembangunan daerah.
Menurutnya, kepemimpinan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan memberikan arahan, tetapi juga kesediaan mendengarkan, keberanian mengambil tanggung jawab, dan kemauan memberikan manfaat bagi orang lain.
Ia berharap generasi muda dapat mengambil peran aktif dalam membangun Kota Banda Aceh melalui gagasan, kreativitas, inovasi, dan berbagai kegiatan positif.
“Dan ingat, masa depan Banda Aceh bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga berada di tangan generasi muda seperti kalian,” tutup Illiza.
Pembukaan BAYLC Ikamba 2026 turut dihadiri sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemko Banda Aceh, Ketua Umum Ikamba M. Geubry Al-Fattah Budian beserta jajaran pengurus dan panitia, pimpinan organisasi kemasyarakatan, tokoh pemuda, akademisi, serta peserta kegiatan.[]
