BPSDM Aceh Buka Seleksi Beasiswa Guru SMK Produktif 2026, Kuota 20 Peserta

BPSDM Aceh Buka Seleksi Beasiswa Guru SMK Produktif 2026, Kuota 20 Peserta

Mediasatunews.com | Banda Aceh – Pemerintah Aceh melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Aceh membuka Seleksi Beasiswa Guru SMK Produktif Dalam Negeri Tahun Anggaran 2026. Program ini bertujuan meningkatkan kompetensi, profesionalisme, dan kualitas guru produktif SMK agar mampu menjawab kebutuhan Dunia Usaha, Dunia Industri, dan Dunia Kerja (DUDIKA).

Kepala BPSDM Aceh, Marthunis, mengatakan program tersebut dilaksanakan melalui pendidikan dan pelatihan berbasis kompetensi yang bekerja sama dengan lembaga pelatihan resmi sesuai bidang keahlian. Selain mengikuti pembelajaran berbasis praktik, peserta juga akan menjalani uji kompetensi untuk memperoleh sertifikasi nasional sesuai bidang masing-masing.

“Program beasiswa ini bertujuan memberikan kesempatan kepada guru SMK produktif untuk meningkatkan kompetensi akademik dan profesional melalui pendidikan dan pelatihan di lembaga pendidikan dan pelatihan dalam negeri sesuai bidang keahlian yang dibutuhkan,” kata Marthunis dalam pengumuman resmi BPSDM Aceh.

Menurutnya, program ini dirancang agar kompetensi guru terus berkembang mengikuti kemajuan teknologi dan standar industri, sehingga ilmu yang diperoleh dapat diterapkan secara langsung dalam proses pembelajaran di sekolah.

Pada Tahun Anggaran 2026, BPSDM Aceh menyediakan dua program pelatihan. Program pertama adalah Pelatihan Pertanian Modern Smart Farming Based on Internet of Things (IoT) yang bekerja sama dengan Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (BBPPMPV) Pertanian Cianjur, Jawa Barat.

“Pelatihan ini berfokus pada pengembangan kompetensi pertanian digital melalui pemanfaatan teknologi Internet of Things (IoT) untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan keberlanjutan sektor pertanian,” ujarnya.

Program kedua adalah Pelatihan Pengolahan Migas dan Kimia Industri yang bekerja sama dengan AKAOGAS Lhokseumawe. Pelatihan ini difokuskan pada kompetensi Welding Inspector dan Electrical Inspector.

“Melalui kedua program pelatihan tersebut, diharapkan para guru memperoleh pengalaman belajar yang aplikatif, menguasai teknologi terkini, serta mampu mengimplementasikan kompetensi yang diperoleh dalam proses pembelajaran di sekolah,” kata Marthunis.

BPSDM Aceh menyediakan kuota sebanyak 20 peserta, masing-masing 10 orang untuk pelatihan Smart Farming di BBPPMPV Pertanian Cianjur dan 10 orang untuk pelatihan Pengolahan Migas dan Kimia Industri di AKAOGAS Lhokseumawe yang disertai sertifikasi nasional dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Seluruh biaya pelaksanaan program dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) Tahun 2026.

Marthunis mengajak seluruh guru SMK produktif di Aceh yang memenuhi persyaratan untuk memanfaatkan kesempatan tersebut.

“Kami berharap program ini mampu melahirkan guru-guru vokasi yang kompeten, profesional, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mampu menjadi agen perubahan dan tutor sebaya di sekolah,” ujarnya.

Ia menambahkan, peningkatan kapasitas guru diharapkan dapat memperkuat mutu pendidikan vokasi di Aceh sekaligus menghasilkan lulusan SMK yang memiliki daya saing sesuai kebutuhan dunia usaha dan industri.

Pendaftaran dibuka secara daring pada 4–12 Agustus 2026 melalui laman https://s.id/daftargurusmkproduktif. Informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui admin di nomor 0895-3770-64030 atau melalui surat elektronik pc3.psdmk.psdma@gmail.com.[]

Exit mobile version