Mediasatunews.com | Gayo Lues – Hujan lebat yang mengguyur Kabupaten Gayo Lues, Aceh, pada Jumat (9/10/2026) memicu banjir dan tanah longsor di sejumlah desa. Akibatnya, sejumlah rumah warga terendam, lahan persawahan terdampak, dan jalan nasional lintas Blangkejeren–Takengon ditutup sementara.
Berdasarkan laporan terbaru Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), Sabtu (10/10/2026) pukul 17.50 WIB, bencana tersebut terjadi di Kecamatan Blangkejeren, Dabun Gelang, dan Kuta Panjang.
Longsor dilaporkan terjadi di Desa Kala Pinang dan Desa Leme, Kecamatan Blangkejeren, serta Desa Kendawi, Kecamatan Dabun Gelang. Sementara itu, banjir melanda Desa Leme, Kecamatan Blangkejeren, dan Desa Ulun Tanoh, Kecamatan Kuta Panjang.
Hujan dengan intensitas tinggi dan durasi panjang menjadi pemicu bencana yang berdampak terhadap permukiman serta infrastruktur di wilayah tersebut.
BPBA mencatat lima kepala keluarga (KK) terdampak. Jumlah jiwa yang terdampak dan pengungsi masih dalam pendataan. Hingga laporan diterima, tidak ada korban jiwa.
Fondasi Jembatan Tergerus
Selain menggenangi rumah warga dengan air bercampur lumpur, banjir dan longsor juga menyebabkan tanah pendukung serta fondasi di sekitar Jembatan Kendawi tergerus.
Dampak lainnya, sejumlah area persawahan warga terendam banjir. Kondisi ini berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat, terutama mobilitas warga yang bergantung pada akses jalan di kawasan terdampak.
Jalan nasional lintas Blangkejeren–Takengon pun ditutup sementara menyusul kejadian tersebut.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gayo Lues bersama tim gabungan bergerak menangani dampak bencana. Personel Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) dan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD terus melakukan pemantauan serta bersiaga selama 24 jam.
Tim gabungan yang melibatkan BPBD, PUPR/HK, dan instansi terkait juga mengerahkan satu unit ekskavator merek Komatsu untuk mengeruk dan membersihkan material longsor yang menutupi badan jalan.
Dalam laporan kondisi terakhir, arus sungai terpantau masih berkekuatan sedang hingga kuat. Namun, debit air tidak lagi menunjukkan peningkatan, sementara material sampah yang terbawa arus dilaporkan mengalir lancar.
Tidak ditemukan luapan baru ke permukiman warga sehingga potensi genangan tambahan di kawasan permukiman dapat dihindari.
BPBA menyatakan pemantauan terus dilakukan di seluruh kabupaten/kota di Aceh. Sementara itu, pendataan dampak bencana di Gayo Lues, termasuk jumlah warga terdampak dan pengungsi, masih berlangsung. []
