Ujian Usai, Santri MUDI II Samalanga Diingatkan Tetap Istiqamah Menuntut Ilmu

Ujian Usai, Santri MUDI II Samalanga Diingatkan Tetap Istiqamah Menuntut Ilmu

Mediasatunews.com | Samalanga – Bagian Pendidikan Dayah MUDI II Namploh Blang Garang Samalanga menggelar Rahah Ba’da Imtihan di Mushalla Abon Abdul Aziz, Kamis malam (10/9/2026). Kegiatan tersebut digelar setelah para santri menyelesaikan ujian semester I yang berlangsung 28 Agustus hingga 10 September 2026.

Kegiatan yang berlangsung setelah salat Isya hingga pukul 21.00 WIB itu diikuti santri dari berbagai jenjang, mulai kelas Tajhizi hingga kelas IV. Acara diisi dengan selawat, pidato santri, serta podcast bersama dua alumni sekaligus dewan guru senior Dayah MUDI Samalanga, Tgk. Salamuddin Ay, dan Tgk. Faisal Murni.

Podcast yang dipandu Kabid Kurikulum MUDI II, Tgk. Arika Amalia, mengangkat tema “Di Tengah Derasnya Zaman, Semangat Mengaji Tetap Menjadi Pegangan”.

Dalam podcast tersebut, kedua narasumber berbagi pengalaman selama menjadi santri di Dayah MUDI, termasuk tantangan dalam menuntut ilmu hingga perjalanan mereka menjadi bagian dari pengabdian di dayah.

Selain memberikan motivasi, pengalaman keduanya saat menjadi santri juga diselingi cerita ringan yang menghibur para peserta. Pembahasan kemudian diarahkan pada pentingnya mempertahankan semangat belajar dan mengaji di tengah perkembangan zaman serta peran guru dalam mendidik santri.

Kabag Pendidikan MUDI II, Tgk. Akmal, mengatakan kegiatan tersebut menjadi sarana untuk mengembalikan semangat santri setelah menjalani ujian sekaligus menambah pengetahuan dan pengalaman.

“Acara ini bukan sekadar mengembalikan semangat santri yang perlahan tenggelam, tetapi juga menampakkan ilmu dan pengalaman santri, bagaimana cara menjejaki jejak orang-orang yang sukses,” ujarnya.

Wakabag Pendidikan MUDI II, Tgk. Martunis, menilai kehadiran alumni yang kini menjadi bagian dari keluarga besar dayah menjadi kesempatan untuk mempererat silaturahmi dan berbagi pengalaman dengan para santri.

Dalam kesempatan tersebut, Tgk. Faisal Murni menyampaikan pentingnya peran guru dalam menumbuhkan kecintaan santri terhadap ilmu.

“Ketika guru memberi pemahaman yang bagus kepada didikannya, di saat itu pula benih cinta mulai tumbuh membersamai,” ujarnya.

Sementara itu, Tgk. Salamuddin menyampaikan empat hal yang perlu diperhatikan santri dalam menjalani proses pendidikan, yakni memiliki target yang jelas, memiliki mentor atau pembimbing, mengisi waktu dengan kegiatan yang bermanfaat, serta menjaga restu guru dan orang tua.

Menurutnya, tujuan yang jelas membantu santri mengarahkan proses belajar, sedangkan mentor diperlukan untuk membimbing dan membantu menghadapi berbagai tantangan. Santri juga diharapkan tidak menghabiskan waktu tanpa kegiatan yang bermanfaat serta senantiasa menghormati guru dan orang tua.

Dalam penutupnya, Tgk. Salamuddin mengingatkan para santri tentang pentingnya meninggalkan perkara yang tidak bermanfaat.

Ia mengutip hadis Nabi Muhammad saw. yang bermakna bahwa salah satu kesempurnaan Islam seseorang adalah meninggalkan perkara yang tidak penting baginya.

Rangkaian Rahah Ba’da Imtihan ditutup dengan pesan agar para santri tetap mempertahankan identitas dan semangat belajar meskipun telah menyelesaikan pendidikan di dayah.

“Jadilah santri hingga akhir hayat, jangan hanya sampai tamat. Esok akan menjadi hari yang lebih baik,” pesannya.

Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi para santri untuk kembali menjalani aktivitas pendidikan setelah masa ujian, sekaligus memperkuat semangat menuntut ilmu dan mengaji.[]

Exit mobile version