ACEH BARAT – Sekda Aceh Barat Marhaban SE membuka secara resmi Musyawarah Daerah (Musda) ke – IV Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh Barat tahun 2022, Jumat, 25 Maret 2022, malam.
Musda yang digelar Hotel Tiara Meulaboh ini untuk memilih pengurus MPU untuk masa khidmat 2022 – 2027 dan akan berlangsung selama tiga hari 25 hingga 27 Maret 2022.
Kegiatan ini diikuti oleh 63 peserta yang terdiri dari unsur ulama dayah, cendikiawan muslim, serta perwakilan perempuan se Kabupaten Aceh Barat.
“Selaku Pemerintah daerah, kami menyambut baik dilaksanakannya Musda kelima MPU Aceh Barat ini guna memilih kepengurusan untuk periode 2022-2027 mendatang,” ucap Sekda Marhaban saat membacakan sambutan Bupati Aceh Barat H Ramli MS.
Peran MPU, kata Marhaban, bukan hanya memberikan masukan dan nasehat keagamaan saja, namun juga sangat dibutuhkan dalam proses pembangunan, baik itu yang berdimensi pada perokonomian maupun sosial kemasyarakatan.
Untuk itu, sebagai mitra kerja pemerintah, eksistensi MPU sangatlah penting dalam rangka pembinaan umat dan alat pengawasan kinerja pemerintah dalam memberikan fatwa hukum, saran serta nasehat yang berkaitan dengan pembangunan kebijakan Pemerintah Daerah.
“Kami berharap kepengurusan MPU yang baru nanti mampu menyusun rencana kerja dengan baik dan optimal guna melakukan perubahan dan peningkatan terhadap kinerja MPU Aceh Barat kedepan,” ucap Marhaban.
Sementara itu, Ketua Panitia pelaksanaan Musda ke- V MPU Kabupaten Aceh Barat, Muhammad Nasir mengatakan, selain untuk memilih pimpinan dan anggota MPU Kabupaten Aceh Barat masa khidmat 2022-2027, kegiatan ini juga bertujuan untuk menyusun program kerja MPU Aceh Barat lima tahun kedepan.
“Kami juga akan mengevaluasi kinerja kepengurusan MPU Aceh Barat yang lama masa khidmat 2017-2022,”tuturnya.
Musda ke- V MPU Kabupaten Aceh Barat tersebut turut dihadiri oleh unsur MPU Aceh, unsur Forkopimda Aceh Barat, pimpinan dan anggota MPU Aceh Barat, para kepala SKPK terkait, para ulama dan pimpinan pesantren, serta peserta lainnya.
