Mediasatunews.com | Banda Aceh – UPTD Pengelola Masjid Raya Baiturrahman Aceh menyalurkan sebanyak 2.000 paket daging kurban Iduladha 1447 Hijriah kepada masyarakat, Kamis (28/5/2026). Penyaluran berlangsung tertib dan terstruktur di area parkir basement Masjid Raya Baiturrahman Aceh.
Kepala UPTD Pengelola Masjid Raya Baiturrahman Aceh, Aprilizar, mengatakan tahun ini pihaknya menerima amanah kurban sebanyak 46 ekor sapi dan 19 ekor kambing yang berasal dari unsur pemerintah, lembaga, perbankan syariah, perusahaan, masyarakat umum, hingga donatur asal Malaysia.
“Dari jumlah tersebut, sebanyak 37 ekor sapi dan delapan ekor kambing disembelih di Dayah Bustanus Salamah Lamkawe, Aceh Besar. Sementara sembilan ekor sapi dan 11 ekor kambing disalurkan secara utuh ke sejumlah gampong di Banda Aceh, Aceh Besar, Bireuen, dan Aceh Timur,” ujar Aprilizar.
Ia menjelaskan, penyaluran daging kurban dilaksanakan sesuai jadwal yang tertera pada kupon, yakni mulai pukul 14.00 WIB hingga 16.00 WIB. Namun, karena proses penyembelihan dan pengemasan berlangsung lebih cepat, pembagian paket kurban telah dimulai sejak pukul 12.00 WIB.
Aprilizar juga menyampaikan salam dan apresiasi dari Imam Besar Masjid Raya Baiturrahman Aceh, Abu H. Muhammad Ali atau Abu Paya Pasi, yang saat ini sedang bertugas sebagai petugas haji Indonesia di Arab Saudi.
Melalui pesan tersebut, Imam Besar menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mempercayakan hewan kurbannya melalui Masjid Raya Baiturrahman Aceh, serta kepada panitia dan relawan yang telah mendukung kelancaran pelaksanaan kurban sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Syariat Islam Aceh, Marzuki, mengatakan penyaluran sembilan ekor sapi utuh ke sejumlah kabupaten/kota merupakan bentuk perhatian panitia terhadap daerah yang minim ketersediaan hewan kurban.
“Langkah ini diharapkan dapat menghadirkan kebahagiaan dan memperluas manfaat kurban bagi masyarakat di berbagai wilayah Aceh,” katanya.
Ia menambahkan, panitia akan terus melakukan evaluasi dan pembenahan terhadap sistem pelayanan kurban agar pelaksanaan pada tahun-tahun mendatang semakin tertib, profesional, dan mampu menarik partisipasi yang lebih luas, termasuk dari masyarakat internasional.
“Tahun ini Masjid Raya Baiturrahman Aceh juga menerima hewan kurban dari donatur asal Malaysia,” ujarnya.[]
