Gelar Pelatihan Dakwah Digital, Pemko Banda Aceh Dorong Remaja Masjid Jadi Konten Kreator Islami

Gelar Pelatihan Dakwah Digital, Pemko Banda Aceh Dorong Remaja Masjid Jadi Konten Kreator Islami
Dinas Syariat Islam (DSI) Kota Banda Aceh menggelar pelatihan dakwah digital bagi remaja masjid se-Kota Banda Aceh di Hotel Amel Convention Hall, Banda Aceh, Rabu (15/7/2026). [Foto: fot Media Satu News]

Mediasatunews.com | Banda Aceh – Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh melalui Dinas Syariat Islam (DSI) Kota Banda Aceh menggelar Pelatihan Dakwah Digital  Melalui Konten Kreatif bagi Remaja Masjid se-Kota Banda Aceh di Hotel Amel Convention Hall, Rabu (15/7/2026).

Kegiatan yang diikuti oleh ratusan peserta ini mendapat dukungan penuh dari Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh, Irwansyah ST, yang bertujuan untuk melahirkan generasi muda yang mampu memanfaatkan media digital sebagai sarana syiar Islam yang kreatif, positif, dan bertanggung jawab.

Kepala Dinas Syariat Islam Kota Banda Aceh, Alimsyah SPd MS, mengatakan perkembangan teknologi telah mengubah wajah dakwah. Jika selama ini dakwah identik dengan mimbar masjid, kini media sosial menjadi ruang baru yang sangat efektif untuk menyampaikan nilai-nilai Islam kepada masyarakat, khususnya generasi muda.

“Hari ini kita berada pada sebuah momentum penting, di mana dakwah tidak lagi hanya dilakukan di mimbar-mimbar masjid, tetapi juga telah memasuki ruang digital yang setiap hari diakses oleh jutaan generasi muda melalui gawai mereka,” kata Alimsyah.

Menurutnya, media sosial, video pendek, dan berbagai bentuk konten kreatif harus dimanfaatkan sebagai sarana menyebarkan pesan-pesan kebaikan. Karena itu, remaja masjid memiliki posisi yang sangat strategis sebagai representasi wajah Islam yang santun, cerdas, kreatif, dan relevan dengan perkembangan zaman.

Melalui pelatihan tersebut, para peserta dibekali kemampuan memproduksi konten dakwah yang menarik tanpa meninggalkan nilai-nilai syariat Islam yang menjadi identitas masyarakat Aceh.

“Kami berharap lahir kreator-kreator konten dakwah dari kalangan remaja masjid yang mampu memanfaatkan media sosial secara kreatif, positif, dan produktif,” ujarnya.

Alimsyah menjelaskan, selain meningkatkan kemampuan teknis membuat konten kreatif, peserta juga mendapatkan materi mengenai etika digital, literasi media, personal branding, hingga praktik pembuatan konten dakwah.

Ia menambahkan, Pemko Banda Aceh terus berkomitmen memperkuat penerapan syariat Islam melalui berbagai program, termasuk mendorong pemanfaatan media sosial sebagai ruang penyebaran nilai-nilai positif.

“Perkembangan teknologi menghadirkan dua sisi, positif dan negatif. Karena itu kami mengajak seluruh masyarakat, khususnya remaja masjid, untuk memenuhi ruang digital dengan konten-konten yang membawa manfaat dan menguatkan syiar Islam,” katanya.

Sementara itu, Ketua DPRK Banda Aceh, Irwansyah ST, mengajak para remaja masjid untuk menjadi pelaku utama dakwah digital, bukan sekadar penonton di tengah derasnya arus informasi di media sosial.

Menurutnya, dakwah harus mampu mengikuti perkembangan zaman dengan pendekatan yang lebih kreatif dan dekat dengan generasi muda.

“Kita ingin mengubah cara pandang bahwa dakwah bukanlah sesuatu yang kaku atau menakutkan. Dakwah harus mampu dirasakan sebagai sesuatu yang dekat, ramah, dan menyenangkan,” ujar Irwansyah.

Ia menilai media sosial merupakan ruang dakwah yang sangat potensial. Namun, jika tidak diisi oleh konten-konten positif, ruang tersebut akan didominasi oleh informasi yang tidak mendidik bahkan bertentangan dengan nilai-nilai agama.

“Kalau bukan kita yang mengisi ruang digital dengan konten positif, lalu siapa lagi?” tegasnya.

Irwansyah juga menekankan bahwa dakwah tidak selalu dilakukan melalui ceramah di mimbar. Dakwah dapat diwujudkan melalui tulisan, video, foto, maupun keteladanan dalam kehidupan sehari-hari.

Ia mengajak peserta memanfaatkan kemampuan membuat konten untuk menyebarkan inspirasi, akhlak, dan nilai-nilai Islam kepada masyarakat luas.

Sebagai bentuk tindak lanjut, DPRK bersama Dinas Syariat Islam berencana mendorong gerakan konten positif dari remaja masjid dengan memberikan apresiasi kepada peserta yang konsisten menghasilkan konten dakwah di media sosial.

Selain itu, Irwansyah mengusulkan agar remaja masjid ikut mempromosikan potensi wisata religi di Banda Aceh melalui konten digital, terutama dengan memperkenalkan masjid-masjid bersejarah dan berbagai aktivitas keagamaan yang berlangsung di dalamnya.

“Kalau setiap peserta mampu membuat satu konten positif setiap minggu tentang masjid, saya yakin dalam waktu singkat Banda Aceh akan semakin dikenal sebagai kota yang religius dan ramah bagi wisatawan,” katanya.

Ia berharap pelatihan tersebut menjadi awal lahirnya gerakan dakwah digital dari masjid-masjid di Kota Banda Aceh sehingga media sosial dapat menjadi sarana efektif dalam memperkuat syiar Islam di tengah masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Pemko Banda Aceh menghadirkan sejumlah narasumber yang berpengalaman di bidang dakwah, komunikasi digital, dan produksi konten kreatif.

Mereka di antaranya adalah Ustadz Surianto Sudirman Lc MA (Pimpinan Dayah Terpadu Nurul Ikhwah Nagan Raya), Muhammad Al-Munawwir atau dikenal Awien Syu’ib (konten kreator dan sosial media influencer Aceh), Nisfun Nahar (pendakwah, penyanyi gambus, dan pemuda asal Aceh yang populer di sosial media), hingga Ruslan (praktisi sosial media). []

Exit mobile version